Mengenal Biaya Provisi Pada Pinjaman dan Biaya Tambahan

Kehidupan modernitas sekarang mempengaruhi kebutuhan hidup seseorang atau dapat dikatakan hidup pada era kredit atau pinjaman. Hal ini didukung oleh beberapa aktivitas dan penyedia layanan yang semakin mudah untuk mendapatkannya. Tidak mengherankan banyak orang memilih dan memanfaatkannya secara menyeluruh. 

Apalagi dengan adanya kredit tanpa agunan sekarang membuat banyak orang tertarik dan ingin segera memanfaatkannya. Meskipun menawarkan berbagai kemudahan, tetapi ada beberapa hal yang harus dipahami dan ditanggung ketika mengajukan pinjaman. Salah satunya adalah biaya provisi yang harus diketahui oleh setiap para nasabah. 

Apa Itu Biaya Provisi?

Biaya provisi adalah kebutuhan mengenai beberapa biaya yang ada saat Anda hendak untuk mengajukan pinjaman, KPR atau lainnya. Pada umumnya biaya provisi ini sebagai bagian dari balas jasa kepada pihak bank, hal ini dipengaruhi oleh pencairan dana yang Anda inginkan disetujui dan disepakati oleh pihak bank. 

Dalam arti lain, pihak peminjam tidak mendapatkan sumber dana yang penuh. Tetapi prosesnya akan mengalami pemotongan terlebih dahulu dari kredit awal yang diajukan. Mengenai biaya provisi ini tidak bisa dipukul rata antara satu sama lainnya. Setiap pihak penyedia kredit selalu mempunyai hitung-hitungan tersendiri terkait kebutuhan tersebut. 

Namun umumnya biaya provisi yang diberikan tersebut antara 1% – 3,5%, sehingga semuanya harus dipahami dan dimengerti dengan jelas. Untuk itulah, semua yang ada tersebut dapat diikuti oleh setiap bank yang ada dan jenis pinjaman yang akan disetujui tersebut. Dengan demikian biaya provisi ini telah ditentukan beberapa kebijakannya. 

Biasanya biaya provisi ini akan dikenakan pada beberapa jenis pinjaman yang ada saja, biasanya terdapat pada KPR, KMG atau KTA yang mana ketiga jenis ini akan memberikan 1% saja dari nilai yang ada. Untuk itulah ketika Anda hendak mengajukan pendanaan terkait KTA dan sebagainya akan diberikan biaya provisi. 

Waktu Pengenaan Provisi dan Proses Menghitungnya 

Sebenarnya biaya provisi ini akan diberikan ketika pinjaman yang diberikan itu ketika pendanaan sudah cair atau telah disetujui. Ketentuannya itu harus dibayarkan pada muka, sehingga prosesnya akan langsung dipotong ketika awal pembiayaan nantinya, sehingga pas Anda mengajukan kredit, maka nilainya tidak akan penuh. 

Namun, mengenai biaya provisi ini tidak bisa Anda hindari begitu saja. Setiap pembiayaan terkait beberapa pinjaman kredit yang ada. Mengenai beberapa biaya provisi ini harus dipahami dan diketahui oleh para nasabah yang hendak mengajukan pinjaman. Dengan demikian nominalnya nanti bisa dipahami dan diketahui dengan jelas. 

Mengenai perhitungan ini Anda bisa memahaminya dengan mudah, caranya bisa Anda lakukan dengan memperlihatkan beberapa persentase yang ada. Untuk itu, total pinjaman yang ada tersebut harus disepakati dan disetujui dengan jelas. Untuk kebutuhan pastinya, pinjaman ini dapat berubah-ubah dan tidak bisa ditentukan dengan jelas. 

Caranya untuk lebih mudah bisa dilakukan dengan harga kredit, lalu dikurangi uang muka dan nantinya Anda akan mendapatkan hasil akhirnya. Terakhir, prosesnya Anda bisa langsung mengalihkan jumlah dan nilai persentase, nantinya biaya provisi bisa ditemukan hasil akhirnya tersebut. 

Biaya Tambahan Selain Provisi

Ketika Anda mengajukan pinjaman ke pihak bank atau lembaga lainnya yang terdaftar, sebenarnya selain biaya provisi ada beberapa biaya yang lainnya. Dalam tahap ini kami akan menjelaskannya secara menyeluruh, yuk simak ulasan lengkapnya. 

1. Biaya Tahunan 

Sesuai dengan kebutuhan namanya, untuk biaya ini akan diberikan pelunasan pada kurun waktu satu tahun nantinya. Mengenai jumlah atau nominal yang ada tersebut disesuaikan dengan periode yang telah ditentukan. Dengan demikian, semuanya ditentukan berdasarkan pada waktu pinjaman terkait rentan waktu yang dimiliki oleh pihak nasabah. 

Mengenai proses ini ada beberapa kebijakan dari perbankan yang tidak memberikan biaya tahunan tersebut, semuanya tergantung dari beberapa lembaga yang ada. Pada umumnya mengenai kebijakan ini untuk biaya tahunan tersebut bisa antara 1% – 2% sesuai dengan plafon tempat mengajukan pinjaman yang ada.

2. Biaya Pelunasan Cepat 

Jika Anda termasuk nasabah yang tidak ingin lama-lama dalam menjalankan pinjaman setiap bulannya, maka bisa langsung melakukan pelunasan. Namun, dalam tahap ini Anda akan dikenakan atau diberikan penalti terkait pelunasan yang lebih cepat. Sehingga jika waktu hutang masih ada dan ingin melunasi akan terkena biaya tambahan. 

Terkait biaya yang diberikan tersebut cukup bervariasi, persentase yang diberikan pun relatif besar antara 5-6 % dari nilai pelunasan yang ada. 

3. Biaya Denda

Hal ini apabila nasabah mengalami keterlambatan dalam melunasi hutang yang ada, sehingga akan dikenakan biaya tanggungan akibat keterlambatan dalam melunasinya. Proses ini biasanya beberapa bank mempunyai beberapa perhitungan dan Anda tentunya harus siap terhadap kondisi tersebut. 

 

Demikianlah penjelasan lengkap mengenai biaya provisi dan beberapa beberapa biaya lainnya yang bisa Anda pahami secara menyeluruh.

Published
Categorized as Ulasan

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *