Langkah Mudah Membuat Laporan Keuangan untuk Pebisnis Coffee Shop

Bisnis perkopian saat ini memang lagi banyak diminati. Nongkrong di coffee shop itu sendiri sudah menjadi aktivitas yang rasanya perlu dilakukan. Hiruk pikuk kota hilang ketika menyeruput secangkir kopi americano terbaik di coffee shop andalanmu. Tak jarang kehadiran coffee shop ini membuat pengunjung dan pelayan menjadi lebih akrab. Kedekatan antara keduanya bukan dengan alasan agar kopi yang dijual laku, tetapi coffee shop itu sendiri memberikan warna kehangatan. 

Tidak hanya bagi mereka yang coffee addict, menu yang ditawarkan coffee shop juga dapat dinikmati oleh pengunjung lain yang sebenarnya tidak terlalu suka ngopi. Ada minuman kopi susu yang juga diminati banyak pengunjung. Ada beberapa menu lain yang bikin kamu betah duduk di coffee shop

Semakin berkembangnya sebuah coffee shop tentu harus dibarengi dengan manajemen yang bagus. Mulai dari pemilihan bahan baku yang berkualitas, menghitung biaya yang diperlukan, konsep coffee shop, menu-menu andalan, dan usaha lainnya yang memungkinkan mampu meningkatkan pendapatan coffee shop. Tentu manajemen juga harus memikirkan bagaimana promosi dan sasaran yang tepat. Kebutuhan foto produk, nama menu yang khas, dan pembeda coffee shop-mu dengan yang lainnya. 

Ada satu hal yang tidak boleh dilupakan oleh pelaku bisnis coffee shop. Pendapatan dan pengeluaran harus dilaporkan pada waktu yang telah disepakati sebagai bahan evaluasi setiap periodenya. Apakah pendapatan coffee shop tersebut mengalami kenaikan, stagnan, atau penurunan. Begitu juga soal pengeluaran apa saja di setiap bulannya. Kerapian dalam membuat laporan keuangan.

Dengan memiliki laporan keuangan, coffee shop dapat menyusun rencana kedepannya, seperti rencana promosi, penambahan bahan baku, dan lainnya. Perkembangan bisnis dapat dilihat dari laporan keuangannya juga, apakah ada hutang yang belum dilunasi, apakah pengeluaran lebih besar, atau perkembangan lainnya. Keuangan yang stabil akan membantu mengelola coffee shop dengan baik. Bukan tidak mungkin, nantinya akan ada investor yang menanamkan modal di coffee shop milikmu. Siapa yang akan menolak jika investor sudah datang menawarkan bantuan. Manajemen keuangan sangat perlu dalam bisnis coffee shop. Kalau mau berkembang. 

Beberapa cara di bawah ini bisa kamu ikuti untuk membuat laporan keuangan sederhana.

Mencatat Pengeluaran

Hal yang bisa kamu lakukan pertama kali adalah mencatat pengeluaran apa saja yang dibutuhkan coffee shop. Semakin detail pencatatanmu, maka semakin baik catatan pengeluarannya. Bukan hanya bisnis coffee shop dalam skala besar, catatan pengeluaran juga harus dilakukan oleh coffee shop rintisan.

Apa saja yang perlu dicatat dalam laporan pengeluaran? Apapun yang berhubungan dengan pengeluaran bisnismu. Jadi yang sifatnya pribadi tidak perlu dicatat. Hal itu seperti pembelian alat produksi, sewa lokasi, biaya listrik, biaya air, pembelian bahan baku, pembelian es, dan masih banyak lagi. Pengeluaran ini berbeda dari satu coffee shop dengan coffee shop lainnya. 

Tidak hanya biaya dan jenis pengeluarannya, kamu juga perlu mencatat tanggal pengeluaran, nama produk, jumlah, penyuplai, total pengeluaran, sampai lokasi tempat membeli. Lebih detail tentunya akan lebih baik untuk perkembangan bisnismu.

Kamu bisa menggunakan aplikasi yang tersedia atau memiliki buku khusus mencatat pengeluaran coffee shop. Pada akhir bulan, semua pengeluaran akan ditotalkan. Dari situ kita mengetahui berapa kebutuhan untuk menghidupi coffee shop.

Membuat Catatan Pemasukan

Kamu juga perlu membuat catatan pemasukan sebagai keseimbangan laporan keuangan, biar tidak pincang laporannya. Catatan ini dibuat per hari. Konsumen yang datang ke coffee shop milikmu setidaknya membeli secangkir kopi ditambah makanan ala-ala. Setiap kali ada transaksi, harus dicatat sebagai rekapitulasi pemasukan setiap harinya. Memang melelahkan nampaknya, tapi kalau konsisten hasilnya tidak akan bikin kecewa. 

Saat ini banyak aplikasi atau teknologi yang dapat membantumu dalam mencatat pemasukan. Jika kamu lebih senang dengan cara manual, kamu bisa menggunakan nota yang berisikan tanggal transaksi, produk apa yang dibeli, jumlah pembelian, dan totalnya berapa. Pekerjaan ini harus dicermati dengan baik agar kamu bisa memastikan berapa pemasukan per bulannya. Sebaiknya kamu tidak menerapkan sistem hutang di coffee shop milikmu, biar gak bikin ribet. 

Membuat Laporan Utama

Catatan pengeluaran dan catatan pemasukan di atas direkap per hari. Setelah sebulan penuh, kamu bisa memindahkannya ke dalam laporan utama. Tidak sedetail catatan pemasukan dan pengeluaran, laporan utama ini menjumlahkan dari hari ke hari sehingga didapatlah total pemasukan dan pengeluaran selama sebulan. Tabel yang bisa kamu tambahkan dalam laporan utama ini berisikan bulan, jumlah pengeluaran, dan jumlah pemasukan, lalu tabel total. 

Pada bulan di awal-awal pembukaan coffee shop bisa saja pendapatanmu berkurang, tetapi itu hal biasa. Dengan mengatur keuangan serapi mungkin, kamu bisa menentukan rencana dan evaluasi ke depannya. Inovasi apa yang akan kamu hadirkan di kedai kopi terbaikmu itu. 

Kamu bisa memanfaatkan teknologi kekinian untuk membantumu mengelola manajemen keuangan. Setidaknya kesalahan-kesalahan kecil dapat diminimalisasi. Pekerjaanmu juga lebih mudah dan cepat. Tidak perlu lagi ditulis tangan, semua sudah serba digital. Angka yang dihasilkan juga lebih akurat. Kamu bisa membuat catatan pengeluaran sendiri sesuai kebutuhanmu, begitu juga catatan pemasukan dan laporan utama. Berbisnislah dengan baik, kawan.