Apa Perbedaan PPn dan PPh?

Salah satu sumber keuangan Negara yang digunakan untuk pembangunan  adalah pajak. Keberadaan pajak sangat vital bagi pertumbuhan dan pembangunan  suatu Negara tak terkecuali Indonesia. Dari hasil pajak Negara bisa membangun banyak infrastuktur yang berguna bagi masyarakat. Dan untuk mendukung pembangunan rakyat Indonesia diharapkan untuk taat pajak. Pajak hadir di setiap lini kehidupan masyarakat. Mulai dari PPN, PPH, pajak kendaraan hingga pajak bumi dan bangunan. Semua itu hasilnya akan digunakan untuk membangun infrastruktur demi kemakmuran warga.

Dikehidupan sehari-hari mungkin kita sudah sering mendengar tentang PPN dan PPH. Kedua jenis pajak ini sangat dekat kehidupan setiap orang. Hampir setiap barang yang kita beli secara resmi ada PPN yang harus dibayar. Sedangkan PPH berhubungan dengan uang penghasilan yang kita terima. Untuk lebih jelasnya mari kita kupas satu persatu PPN dan PPH ini.

PPN (Pajak pertambahan Nilai)

PPN atau pajak pertambahan nilai adalah pajak yang dikenakan pada barang atau jasa yang ditransaksikan antara penjual dan pembeli. PPN ini dibebankan kepada pihak konsumen dan pihak produsen atau penjual berkewajiban untuk melaporkan hasil dari PPN tersebut untuk disetorkan ke pemerintah. Itu sebabnya PPN juga disebut sebagai pajak tidak langsung karena konsumen sebagai wajib pajak tidak membayarkan pajaknya langsung ke pemerintah tapi melalui produsen atau penjual dari barang yang mereka beli. Jadi kedua pelaku transaksi mempunyai kewajibannya masing-masing. Konsumen yang membayar PPN sedangkan produsen yang memungut dan melaporkan PPN tersebut ke pemerintah.

PPN dikenakan di hampir semua barang dan jasa yang ditransaksikan. Mulai dari makanan dan juga minuman yang kita konsumsi, kebutuhan sandang, keuangan, hingga benda-benda berharga dan juga emas. Sedangkan yang tidak kena pajak meliputi bahan pokok pangan seperti beras, jagung, kedelai, hasil tambang yang langsung dari sumbernya seperti minyak mentah, bijih besi, bijih emas, hingga batu bara dan juga beberapa jasa yang berhubungan dengan kebutuhan masyarakat luas seperti jasa pelayanan kesehatan, pelayanan sosial, keagamaan dan juga pendidikan.

PPH (Pajak Penghasilan)

PPH atau Pajak penghasilan adalah pajak  yang dibebankan kepada perseorangan maupun badan usaha yang jumlahnya diperhitungkan dari hasil penghasilan dalam kurun satu tahun. 

Berdasarkan sumber pendapatannya, PPH terbagi menjadi 5 yaitu:

  • PPH 21

PPH 21 adalah pajak yang dipungut dari penghasilan yang berhubungan dengan pekerjaan yang dilakukan oleh perseorangan yang dilakukan di dalam negeri.

  • PPH 22

PPH 22 adalah pajak yang dipungut dari badan usaha baik itu negeri atau swasta yang melakukan usaha yang berhubungan dengan ekspor dan juga impor.

  • PPH 23

PPH 23 adalah pajak yang dipungut dari penghasilan diluar pekerjaan meliputi hadiah, penghargaan, penyerahan jasa, dan juga modal yang dihitung setelah pungutan PPH 21.

  • PPH 25

PPH 25 adalah pajak yang pembayarannya dapat diangsur oleh wajib pajak untuk meringankan pembayaran.

  • PPH 29

PPH 29 adalah tagihan kekurangan bayar yang biasanya muncul pada SPT tahunan. 

Ada kelompok pekerja yang tidak dikenakan PPH yaitu mereka yang total penghasilan pertahunnya dibawah angka 54 juta rupiah. Walaupun kelompok pekerja ini tidak dikenai pajak penghasilan, sebagai tetap diwajibkan untuk melaporkan SPT tahunan setiap tahunnya.

Perbedaan PPN dan PPH

Dari penjelasan diatas dapat kita lihat perbedaan yang signifikan antara PPN dan PPH. Perbedaan dari kedua jenis pajak tersebut antara lain:

  • Objek Pajak

Perbedaan pertama dari kedua jenis Pajak tersebut adalah di objek pajaknya. Pada PPN yang menjadi objek pajak adalah barang dan jasa yang ditransaksikan mulai dari produksi hingga distribusinya mencakup barang bergerak maupun yang tidak bergerak. Sedangkan yang menjadi objek pajak dari PPH adalah penghasilan yang diterima oleh perseorangan ataupun badan usaha yang menjadi wajib pajak. 

  • Subjek Pajak

Perbedaan berikutnya dari kedua jenis pajak tersebut ada pada subjek pajaknya. Untuk PPN, yang menjadi subjek pajak adalah konsumen yang melakukan transaksi dan produsen berkewajiban untuk memungut dan melaporkan ke pemerintah. Sedangkan pada PPH subjek pajaknya jelas si penerima penghasilan yang menjadi wajib pajak.

  • Tarif Pajak

Perbedaan ketiga dari kedua jenis pajak tersebut ada di tariff pajak yang dikenakan. Untuk PPN, tarif pajak yang dikenakan pada setiap barang atau jasa yang ditransaksikan adalah sebesar 10% dari harga jual barang atau jasa tersebut. Sedangkan pada PPH tarif yang harus ditanggung oleh wajib pajak berbeda-beda dan disesuaikan dengan jenis PPH yang dikenakan. 

Itulah beberapa perbedaan antara PPN dan PPH. Kita sebagai warga Negara yang baik harus ikut membantu dalam proses pembangunan Negara dengan taat membayar pajak untuk kepentingan bersama.