Air Asia Akan Luncurkan Bisnis Pesan Antar Makanan di Indonesia

Maskapai yang berasal dari Malaysia yaitu Airasia Group telah mengumumkan akan merambah pada bisnis pesan antar makanan dengan nama Airasia Food pada awal tahun 2022. Pada saat ini, perusahaan tersebut telah membuka pendaftaran bagi 1.000 mitra kuliner yang ada di Indonesia. Kemudian ekspansi tersebut telah dimulai di Malaysia pertama kali. Berselang satu tahun, masuk ke Singapura.

Pada hari jumat tanggal 24 Desember 2021 lalu, CEO dari AirAsia mengatakan jika akan menawarkan sebuah layanan pesan-antar makanan dimana memiliki harga termurah serta nilai terbaik, dan juga memastikan jika mitra merchant mereka dapat menghasilkan suatu keuntungan melalui layanan tersebut.

Kemudian Arbi Wienandar selaku Head of E-Commerce dari Airasia juga menambahkan jika pada tahap awal dari kehadiran Airasia Food tersebut di Indonesia, perusahaan hendak mengundang seluruh dari pelaku usaha kuliner agar dapat bergabung menjadi merchant serta menikmati penawaran dari komisi penjualan yang menarik pada 3 bulan agar dapat memaksimalkan profit.

Selain itu juga, bagi pelaku usaha yang bergabung dalam periode ini akan mendapatkan sebuah kesempatan untuk ekspos lebih awal terhadap jutaan pengguna dari Airasia Super App yang ada di Indonesia pada saat peluncuran dari Airasia Food

Bagi para pelaku usaha kuliner hendak bergabung, maka dapat mengajukan kemitraan yang nantinya akan diseleksi oleh Airasia food dengan berdasarkan lokasi serta jenis kuliner. Kemudian pelaku usaha tersebut akan dihubungi lagi agar dapat menandatangani kerjasama, training serta onboarding.

Potensi Airasia Food

Pada beberapa riset diungkapkan jika potensi dari Airasia food yang terdapat di Asia Tenggara sangat menggiurkan. Snapcart juga menyatakan jika GrabFood telah memimpin pasar yaitu di daerah Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Lampung ,Medan, Banjarmasin, Purwokerto, Makassar dan Samarinda.

Walaupun menggiurkan, namun jalur dalam menuju profitabilitas tersebut terbilang cukup sulit dan juga membutuhkan waktu yang lama. Melalui kinerja awal dari Airasia Food yang ada di Singapura, pada empat bulan setelah peluncuran resmi hanya menangani 100 pesanan untuk setiap harinya. hal tersebut wajar dikarenakan perusahaan sedang dalam tahap membangun platform yang bertahap dan juga strategi marketingnya belum maksimal.

Apakah pesan-antar makanan akan diantar menggunakan pesawat?

Sepinya dunia penerbangan yang diakibatkan dari Covid-19 membuat AirAsia membuka sebuah usaha baru, layanan ojek online untuk pesan-antar makanan. Pada saat ini, layanan yang diberikan dari AirAsia tersebut baru berjalan di Malaysia dan Singapura serta kemungkinan akan ada di Indonesia.

Di negara Singapura, layanan pesan-antar makanan tersebut masih dalam tahap pengenalan. Peluncuran tersebut dilaksanakan pada tahun 2021 lalu. Awalnya, terdapat 24 gerai makanan serta minuman yang telah bergabung pada platform.

Dalam hal tersebut AirAsia harus bertarung dengan para pemain mapan yang telah ada sebelumnya. Untuk saat ini, AirAsia Food tersebut mempunyai sebanyak 500 pengendara dan juga 300 operator makanan yang sedang dalam proses bergabung menurut Lim Ben-Jie selaku kepala E-Commerce dari aplikasi AirAsia.

Perusahaan tersebut menjanjikan memberikan biaya pengiriman sebesar lima persen lebih rendah jika dibandingkan dengan pesaing lainnya. Selain itu juga, AirAsia Food menawarkan pengiriman gratis untuk jarak sejauh 8 kilometer.

Dapat memesan penerbangan

Pemesanan untuk ojek online layanan pesan-antar makanan dapat diakses melalui situs web dari AirAsia Food dan juga menggunakan aplikasi, selain layanan pesan-antar makanan juga dapat memesan penerbangan.

Melalui AirAsia Food, terdapat misi untuk dapat selalu membantu berbagai usaha kuliner lokal serta menjaga biaya operasionalnya agar selalu rendah serta menawarkan komisi rendah dan kemudian dapat diteruskan oleh pelanggan sehingga mereka bisa menikmati harga murah untuk sebuah hidangan yang menjadi favorit mereka ucap Tony Fernandes selaku Chief Executive Officer dari AirAsia Group.

Restoran yang telah menerima pesanan dari AirAsia Food yaitu Swee Choon Tim Sum, Pizza Express, Maki-san dan Indian Wok. Kemudian perusahaan juga berharap agar dapat menarik banyak restoran lainnya serta menawarkan biaya komisi lebih rendah yaitu sebesar 15% untuk setiap transaksi, dibandingkan dengan Grabfood, Foodpanda serta Deliveroo yang memiliki tarif 25 hingga 35 persen.

Siap untuk ekspansi

Lim memperkirakan jika sang ojol akan mendapatkan penghasilan rata-rata sebesar SGD 700 dalam seminggu apabila mereka mengirimkan sebanyak 10 pesanan dalam 1 hari selama 6 hari. Para ojek online tersebut dikelola langsung oleh cabang logistik dari Teleportasi AirAsia dimana telah diluncurkan di Singapura pada tahun lalu.

Layanan AirAsia Food tersebut pada bulan Mei tahun lalu mulai dapat beroperasi di Klang Valley, kemudian masih akan berekspansi ke berbagai kota lainnya yang ada di Malaysia. AirAsia Food dapat memenuhi sebanyak 1.000 pengiriman makanan dalam sehari, akan tetapi perusahaan besar dapat melakukan pengiriman sebanyak 55.000 dalam sehari menurut Fernandes pada bulan Desember lalu di Malaysia New Straits Times.

Setelah ada di Singapura, maka AirAsia Food berencana untuk meluncurkan layanan tersebut di Thailand, Filipina dan juga Indonesia sebelum akhir tahun. Pada 2-3 bulan kedepan, AirAsia berencana untuk menerbitkan tiket tahunan. Bagi para Traveller bisa melakukan pemesanan penerbangan dengan jumlah yang tidak terbatas dari negara Singapura ke berbagai negara Asia Tenggara serta dapat menikmati layanan pengiriman makanan secara gratis.