synergy2000.net – OJK (Otoritas Jasa Keuangan) ialah sebuah lembaga yang bebas dari pihak lain atau dapat disebut sebagai lembaga yang independen. Lembaga ini sendiri memiliki wewenang, tugas, fungsi, dan juga sejarah tersendiri di baliknya. Hampir keseluruhan kegiatan OJK akan berkaitan dengan sektor jasa keuangan seperti pasar modal, lembaga pembiayaan dan lain sebagainya. Lalu bagaimana sejarah yang ada dibaliknya, dan juga tugas serta fungsi dari OJK tersebut?

Sejarah yang Dimiliki Oleh Otoritas Jasa Keuangan

Sebelum membahas mengenai tugas dan fungsi dari OJK, terdapat ulasan sejarah dari lembaga tersebut yang dapat Anda tahu. Lembaga ini dibentuk dengan landasan hukum yang jelas di Indonesia. Landasan hukum yang dimaksud ialah UU dengan nomor 21 pada tahun 2011 yang membahas mengenai OJK. Hingga kemudian baru diresmikan pada tanggal 16 Juli di tahun 2012 silam.

mengenal otoritas jasa keuangan

Terdapat beberapa langkah yang harus dilakukan oleh OJK sehingga membuatnya menjadi lembaga seperti sekarang ini. Langkah awal dimulai pada 15 Agustus 2012 dimana mulai dibentuk tim transisi untuk OJK di tahap 1. Mereka bertugas dalam membantu dewan komisioner yang ada pada OJK tersebut untuk menjalankan tugasnya. Kemudian berlanjut di tanggal 31 Desember 2012 yang memiliki pengaruh kepada operasional pada OJK tersebut.

Di akhir tahun 2012 ini, OJK memiliki tugas dalam melakukan pengawasan kepada pasar modal. Mereka juga berwenang mengawasi industri keuangan dalam sektor non bank. Di tahun-tahun setelahnya, juga terjadi perubahan akan tugas dan wewenang yang dimiliki oleh OJK tersebut. Semakin meluasnya wewenang OJK di bidang keuangan ini juga memberikan dampak besar seperti layaknya saat ini.

Tujuan Dibentuknya Otoritas Jasa Keuangan

Dibentuknya OJK ini tentu memiliki tujuan tersendiri di dalamnya. Dari pihak pemerintah sendiri mengharapkan bahwa lembaga tersebut dapat mendukung akan kepentingan di sektor jasa keuangan yang ada. Dengan dukungan tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing perekonomian yang dimiliki. Tentu saja tujuan dari dibentuknya OJK ini terbilang sangat penting dan tidak dapat dipandang sebelah mata.

Lembaga berupa OJK sendiri juga harus mampu untuk menjaga kepentingan dalam lingkup nasional. Seperti misalnya mengenai sumber daya manusia, pengendalian, pengelolaan, dan juga kepemilikan pada sektor jasa keuangan. Hal hal tersebut juga harus dipertimbangkan dari segi atau aspek positif yang dimilikinya. Sama halnya dengan jenis lembaga lainnya, OJK juga memiliki visi dan misi yang jelas di dalamnya.

tujuan otoritas jasa keuangan

Baca Juga : Merencanakan Pendidikan Anak dengan Tabungan Pendidikan Anak

Salah satu misi dari OJK ialah untuk melindungi kepentingan dari konsumen atau masyarakat. Mereka juga memiliki misi untuk mewujudkan sistem keuangan yang stabil dan juga dapat tumbuh secara berkelanjutan. Misi lain yang dimiliki oleh OJK adalah mewujudkan terselenggarakannya beragam kegiatan di sektor jasa keuangan secara adil, teratur, akuntabel, dan juga transparan.

Tugas yang Dimiliki Oleh Otoritas Jasa Keuangan

Dari sejarah dan juga tujuan dibetuknya OJK dapat menggambarkan betapa pentingnya keberadaan dari lembaga tersebut. Tugas yang harus ditanggung OJK juga terbilang berat. Karena OJK mempunyai tugas dalam mengatur dan mengawasi beragam kegiatan di bidang jasa keuangan. Seperti misalnya di sektor perbankan, IKNB, dan juga pasar modal. Tugas dari setiap sektor keuangan ini juga terbilang hampir sama jika dibandingkan satu dengan yang lainnya.

Jika dilihat secara lebih dalam, lembaga ini juga memiliki tugas dalam melakukan penyusunan peraturan, pengawasan, penegakan hukum, dan juga pembinaan. Tentu hal hal tersebut harus sesuai dengan peraturan yang telah dibuat sebelumnya. OJK juga masih memiliki tugas tambahan lain selain tugas ini. Lembaga ini menjalankan tugas tambahan tersebut sesuai dengan keputusan yang dikeluarkan oleh pihak dewan komisioner.

Fungsi dari Otoritas Jasa Keuangan

Sama halnya dengan lembaga lainnya, OJK juga memiliki fungsi tersendiri yang harus mereka jalankan. Fungsi dari OJK ialah menyelenggarakan sebuah sistem pengaturan, pemeriksaan, pengawasan dan juga penyidikan pada seluruh sektor jasa keuangan. Sektor jasa keuangan yang dimaksud disini contohnya ialah sektor pasar modal, sektor perbankan, dan juga sektor non bank. Penyidikan yang dilakukan oleh OJK juga harus dilakukan secara terintegrasi.

fungsi otoritas jasa keuangan

Tidak hanya itu, OJK juga masih memiliki fungsi lain yang harus mereka jalankan. Lembaga ini berfungsi sebagai pihak yang mengambil keputusan mengenai masalah kemajuan dan juga perkembangan keuangan. Masalah mengenai perlindungan konsumen juga tercakup di dalam fungsi lain dari OJK tersebut. Dari ulasan yang ada mengenai fungsi ini, OJK adalah sebuah lembaga yang terbilang sangat penting keberadaannya.

OJK sebagai lembaga yang independen memiliki peran penting berkaitan dengan lembaga jasa keuangan yang ada di Indonesia. Lembaga ini sendiri memiliki sejarah, tujuan, tugas, dan fungsi tersendiri di dalamnya. Dengan fungsi dan tugas yang mereka jalankan tentu akan memberikan banyak keuntungan. Seperti misalnya untuk meningkatkan daya saing perekonomian yang dimiliki. Perlindungan akan konsumen juga tertunaikan dengan adanya OJK ini.

 

Tagged : # # #

admin