Langkah Mudah Menyiapkan Dana Darurat

mempersiapkan dana darurat

Ketidakpastian keuangan di masa depan membuat kita harus mempersiapkan dana darurat. Dana darurat merupakan cadangan dana yang dipersiapkan secara khusus untuk bisa menolong kita saat keadaan mendesak. Menurut data dari platform milik BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) SiapNikah, peran dana darurat saat kejadian tak terduga sangatlah besar karena dapat mencukupi kebutuhan hidup selama beberapa bulan apabila seseorang tidak memiliki penghasilan bulanan lagi. Contohnya ketika terjadi PHK atau kecelakaan yang mengharuskan untuk dirawat di rumah sakit, pengeluaran untuk perbaikan atau penggantian peralatan rumah tangga, dan masih banyak lagi yang dilakukan dengan tujuan antisipasi terhadap urusan keuangan yang terjadi di luar ekspektasi.  Setidaknya kita akan terbantu dengan adanya dana cadangan ini.

Lalu, berapa banyak jumlah dana darurat yang perlu disiapkan? Umumnya dana darurat yang ideal adalah sekitar 6-12 kali biaya pengeluaran, namun besarnya bisa berbeda setiap orang karena tergantung pada gaya hidup, jumlah penghasilan kebutuhan serta profesi. Berdasarkan info yang kami dapat dari situs resmi Kementerian Keuangan, berikut ini jumlah dana darurat yang perlu dipersiapkan setiap orang:

  • Sudah menikah dan memiliki anak: 12 x lipat dari pengeluaran setiap bulannya
  • Sudah menikah dan belum memiliki anak: 9 x lipat dari pengeluaran setiap bulannya
  • Belum menikah: 6 x lipat dari pengeluaran setiap bulannya.

Selain mengetahui berapa banyak uang penghasilan yang harus disisihkan, kita juga harus menentukan tempat penyimpanannya. Pastikan tepat tersebut aman dan bisa diakses cepat kalau sewaktu-waktu dibutuhkan. Sehingga tidak sulit bagi Anda menggunakan uang tersebut dalam keadaan mendesak. Namun perlu diingat juga untuk memisahkan tabungan yang dipakai untuk keperluan sehari-hari dengan dana darurat. Kebanyakan orang lebih suka menyimpan dana cadangan tersebut di  rekening yang sama karena ingin menghindari biaya administrasi dari bank. Padahal ada pilihan tempat lainnya yang aman, menguntungkan, dan mudah dicarikan seperti tabungan berjangka dan deposito. Segera siapkan diri untuk mengumpulkan dana darurat mulai dari sekarang.

Cara Menyiapkan Dana Darurat yang Tepat

Jika bingung untuk memulai persiapan dana darurat, maka perhatikan panduan cara menyiapkan dana darurat berikut ini. 

  1. Pahami Kondisi Keuangan Terkini

Berapa jumlah pemasukan dan pengeluaran Anda setiap bulannya? Anda harus mengetahuinya untuk mudah dalam menentukan besar penghasilan yang disisihkan ke dalam tabungan darurat. Supaya mudah, jangan lupa catat cash flow di buku khusus keuangan. Selain membantu Anda memantau pengeluaran yang bisa dikurangi, hal ini juga memudahkan dalam mengumpulkan uang cadangan.

  1. Sisihkan Sejak Awal Menerima Gaji

Menabung memang kegiatan yang sulit dilakukan, apalagi jika tujuannya untuk keperluan mendesak yang tak terduga. Tanpa disadari, kita lebih banyak mengeluarkan uang untuk keperluan makan atau berbelanja. Padahal tidak semuanya harus dibeli. Supaya lebih mudah mengalokasikannya, Anda bisa menyisihkan gaji sejak awal menerima. Setelah uang masuk ke tabungan darurat, baru sisanya dipakai untuk belanja kebutuhan dan keinginan.

  1. Memetakan Pengeluaran Per Bulan

Anda bisa memutuskan berapa jumlah ideal dana darurat setelah memetakan pengeluaran bulanan. Saat membuatnya, pertimbangkan juga variabel pengeluaran tetap seperti pajak, biaya asuransi, transportasi, perumahan, kesehatan, dan utang yang harus dibayar. Bila sudah menikah atau mempunyai tanggungan lainnya Anda juga bisa menambahkan hal tersebut dalam perhitungan dana darurat.

  1. Menyiapkan Rekening Khusus

Jangan pernah gabungkan uang darurat dengan uang yang dikeluarkan untuk kebutuhan sehari-hari. Jika sudah tercampur, mustahil Anda ingat untuk tidak menggunakannya. Makanya sejak awal kami sampaikan untuk memisahkan rekening dana darurat dan keperluan sehari-hari. Untungnya saat ini sudah banyak bank yang menyediakan fitur tabungan berdasarkan tujuan. Fitur tersebut tentu sangat membantu para nasabahnya dalam mempersiapkan dana darurat sejak dini.  

Setelah Anda membuka rekening tabungan khusus, maka langkah selanjutnya adalah mengaktifkan fitur autodebet. Fitur tersebut berfungsi memotong anggaran setiap bulan dari rekening utama ke rekening tabungan darurat secara otomatis. Dengan begitu, Anda tidak perlu khawatir uangnya terpakai saat lupa dipisahkan.

  1. Menyiapkan Dua Jenis Dana Darurat

Bila pekerjaan sekarang masih belum stabil, sebaiknya Anda mempertimbangkan untuk menyiapkan dua jenis dana darurat. Dana pertama disiapkan untuk membantu pada saat kehilangan pendapatan tak terduga. Dan yang kedua bisa dipakai untuk hal-hal mendesak seperti perbaikan rumah, kendaraan, atau biaya pengobatan.

  1. Tekan Pengeluaran

Kurangi pengeluaran untuk hal-hal yang seharusnya tidak perlu dibeli karena sifatnya tidak penting. Atau Anda juga bisa mencari alternatif barang dengan harga murah apabila manfaat yang ditawarkan sama. Misalnya saat membeli peralatan mandi seperti sabun, sikat gigi, odol, dan sebagainya kan tidak perlu membeli yang harganya tinggi. Jika yang murah saja memiliki kualitas yang sama dan mungkin lebih bagus kenapa harus membeli yang mahal. Semakin Anda menekan pengeluaran, maka semakin banyak uang yang bisa dialokasikan ke dana darurat.