synergy2000.net – Membangun bisnis bersama pasangan baik itu suami istri maupun yang masih pacaran sering kali menjadi momok menakutkan dalam hubungan. Benar saja, karena tidak sedikit hubungan yang kandas akibat masalah bisnis. Memulai suatu bisnis bersama-sama awalnya memang tampak menyenangkan. Akan tetapi, jika tidak dibarengi dengan perencanaan yang profesional dan matang, hal tersebut dapat berubah menjadi titik awal kehancuran hubungan. 

Perlu diketahui bahwa dalam membangun bisnis tidak selamanya akan berjalan mulus. Merintis bersama partner atau teman saja memiliki resiko kegagalan yang terbilang cukup besar, apalagi jika melakukannya bersama pacar atau pasangan hidup. Tidak ada jaminan bisnis bisa berkembang hingga sukses meskipun Anda dan pasangan berada dalam kondisi yang sudah saling mengenal karakter masing-masing.

Hal yang paling sulit adalah tetap bersikap profesional ketika masih ada konflik yang belum terselesaikan pada bisnis Anda dan pasangan. Hal ini dapat menjadi awal keretakan hubungan harmonis, dan bisa menyebabkan terbengkalainya bisnis yang dirintis. 

Maka dari itu, sebelum Anda dan pasangan yakin untuk memulai bisnis, ada baiknya waspadai beberapa kerugian yang dapat terjadi. Pertimbangkan dengan matang hal tersebut agar di kemudian hari tidak menyesal. Nah, berikut ini beberapa kerugian membangun bisnis bersama pasangan. Simak baik-baik.

1. Sulit Bersikap Profesional

Menjalankan bisnis bersama pasangan tidak dapat dipungkiri dapat menjadi penyebab utama terjadinya konflik dalam sebuah hubungan. Mungkin awalnya saja tampak asyik dan menyenangkan, karena dapat menghabiskan waktu bersama selama bekerja. Akan tetapi, hal tersebut dapat berubah menjadi bencana apabila Anda dan pasangan tidak mampu mengambil keputusan dengan bijak. Seperti ketika melakukan persiapan dan perencanaan bisnis yang profesional dan matang. Segera waspadai hal ini jika Anda tidak ingin hubungan harmonis yang sudah susah payah dipertahankan menjadi kacau akibat konflik bisnis. 

Jika sudah terlanjur terjadi, maka sulit bagi Anda dan pasangan bersikap profesional dalam berbisnis. Kedua belah pihak cenderung mengambil keputusan yang lebih melibatkan perasaan tanpa mendahulukan logiknya. Masalah juga akan bertambah buruk ketika salah satu dari pasangan tersebut memiliki persoalan yang belum terselesaikan. Dampaknya kemana? Tentu ke bisnis yang Anda jalankan bersama pasangan, proses bisnis dapat menjadi kacau apabila salah satu pihak tidak ada yang mengalah. 

Jadi, jika sudah berkomitmen membangun bisnis bersama, pastikan masalah-masalah dalam hubungan sudah terselesaikan dengan baik. Ajak pasangan Anda untuk saling mengingatkan jika salah satu pihak melakukan kesalahan seperti bekerja dengan tidak profesional. 

2. Mood Kedua Belah Pihak yang Sering Berubah-ubah

Tidak mungkin Anda dapat menjaga sikap profesional ketika ada masalah pribadi, terutama ketika bertemu dengan pasangan. Masalah ini tentu sedikit demi sedikit akan menyerempet ke hubungan kerjasama bisnis. Inilah akibat yang muncul saat mood kedua belah pihak sering berubah-berubah. Setiap orang tidak dapat menebak kapan hati seseorang berubah, tidak terkecuali Anda juga demikian.

kerugian bangun bisnis bersama pasangan

Jika terus-menerus membawa masalah pribadi ke dalam hubungan bisnis. hal tersebut tentu akan merugikan pasangan. Menjaga sikap profesional tentu semakin sulit dengan pasangan yang memiliki mood berubah-ubah. Tidak sedikit pelaku bisnis yang mengalami kegagalan akibat pasangannya malas melanjutkan bisnis yang dirintis bersama. Pundi-pundi rupiah yang telah dikumpulkan juga langsung lenyap sekejap mata. Garis bawahi hal ini jika Anda berencana untuk mengajak pasangan membangun sebuah bisnis ya.

Baca Juga : Keuntungan Membangun Bisnis Bersama Pasangan

3. Tidak Jelasnya Batasan Hierarki

Salah satu masalah yang cukup sensitif dalam dunia bisnis adalah struktur kepemimpinan antara bos dan karyawan yang harus jelas. Tentu batasan hierarki ini cukup sulit diputuskan oleh pasangan yang menjalankan bisnis bersama. Anda dan pasangan tentu bingung menentukan siapa yang menjadi bos dan siapa yang menjadi pegawai bukan?

Tentu saja, apalagi dalam berbisnis posisi pemimpin perusahaan sangat diinginkan oleh semua pihak. Baik Anda dan pasangan tentu memiliki keinginan menjadi pengambil keputusan tertinggi dalam bisnis tersebut. Hal ini sebenarnya bisa diatasi apabila pembagian hasil dan jobdesc sudah disepakati dalam perjanjian kerjasama. Namun lain cerita jika konflik yang muncul akibat pendapat yang berseberangan. 

Maka dari itu, sebelum memulai bisnis bersama pasangan Anda, tentukan terlebih dahulu tugas-tugas yang harus dikerjakan masing-masing berikut dengan sistem bagi hasil nanti. Cara tersebut sangat membantu Anda dan pasangan dari tindakan sewenang-wenang karena tidak jelasnya batasan hierarki. 

4. Nasib Bisnis Setelah Tidak Lagi Berhubungan

Bagaimana nasib bisnis yang Anda bangun bersama pasangan ketika sudah tidak lagi menjalin hubungan? Tentu hal ini menjadi momok paling menakutkan, terutama jika sejak awal tidak ada perjanjian yang jelas mengenai kepemilikan bisnis. Meskipun hal ini dapat diantisipasi dengan membuat perjanjian tertulis, tetap saja muncul pihak-pihak yang merasa dirugikan. Setiap orang memang harus dapat menyikapi masalah ini dengan profesional, walaupun cukup sulit menjalankan bisnis bersama pasangan ketika hubungan telah berakhir. 

Jadi, pertimbangkan beberapa hal di atas yang merupakan kerugian membangun bisnis bersama pasangan sebelum sepakat memulainya. Semoga berhasil ya!

Tagged : # # #

admin