Cara Mengatur Cash Flow untuk Usaha Baru

Dalam hal mengatur arus pemasukan dan pengeluaran agar tidak sampai boncos tentunya memerlukan strategi. Cara yang bisa kamu lakukan adalah dengan mengelola cash flow secara rutin dan disiplin. Berapapun gaji yang kamu dapatkan bila tidak dikelola dengan benar, maka akan selalu terasa kurang. 

Apalagi ketika melihat isi rekening yang nominalnya besar, tentu hasrat ingin menghabiskan uang semakin besar. Tapi jika sudah begitu, akhirnya pada akhir bulan kamu kebingungan karena sudah tidak memiliki simpanan dan tidak tahu kemana penghasilanmu pergi.

Karena itu, ada baiknya bagi kamu untuk mulai belajar mengelola cash flow agar keuanganmu menjadi sehat, apalagi jika kamu memiliki sebuah usaha yang baru saja dirintis. Tentunya tidak boleh sembarangan dalam mengatur keuangan atau kamu akan mengalami kerugian yang membuat usaha tersebut gulung tikar.

Tips untuk mengelola cash flow

Tentunya ketika akan mengelola cash flow kamu haruslah mengetahui bagaimana cara melakukannya, berikut dibawah ini adalah tips yang bisa diikuti :

  • Pisahkan rekening pribadi dengan bisnis

Sama hal dalam mengelola keuangan pribadi yang mengharuskan kamu memisahkan antara rekening pribadi dengan rekening khusus tabungan. Begitu pula saat kamu memiliki sebuah bisnis, rekeningnya pun harus dipisahkan supaya tidak tercampur. 

Dengan dilakukannya hal tersebut, sudah pasti akan lebih memudahkan kamu dalam menghitung berapa pendapatan dari bisnis milikmu. Selain itu, kamu juga tidak akan memiliki keinginan untuk menggunakan dana tersebut secara sembarangan.

  • Buat rekening antara uang masuk dan keluar

Tidak hanya memisahkan rekening antara untuk bisnis dan pribadi, kamu perlu juga membedakan rekening khusus uang masuk dan keluar. Hal seperti ini sangat diperlukan, karena akan sangat membantu kamu dalam membuat laporan kas bulanan. Dengan adanya rekening terpisah tersebut, kamu bisa mengetahui berapa saja kas yang masuk maupun keluar.

Karena bagaimana pun, memang untuk laporan keuangan haruslah diatur seefisien mungkin dengan sistem yang mudah dimengerti oleh siapapun juga yang memang kamu percayakan untuk membuat laporan tersebut.

  • Harus tahu berapa uang yang masuk dan keluar

Pastinya kamu tidak boleh hanya berfokus pada perolehan keuntungan saja, sebab sudah kewajibanmu untuk dapat mengelola pengeluaran bisnis dengan bijaksana. Sebagai pemilik usaha, kamu perlu memastikan jika cash flow pada bisnis tersebut berputar dengan sehat. Maksudnya kas yang dipergunakan (keluar) seharusnya tidak lebih besar dari pemasukkan.

Karena itu, lakukanlah perhitungan secara baik mengenai penghasilan kotor dan setelah itu kurangilah dengan yang keluar. Contohnya gaji karyawan, pajak, inventaris, produksi dan lainnya. Kamu juga harus memastikan bila hutang yang dimiliki oleh bisnis tersebut telah dibayarkan pada waktu yang sudah disepakati bersama dengan pihak supplier atau pihak lainnya.

  • Biasakan mengirim tagihan tepat waktu

Hutang memang haruslah dikelola dengan benar, karena bila sampai menumpuk tentu akan membuat arus keuangan tidak baik. Selain itu, kamu juga harus memperhatikan mengenai piutang yang dilakukan oleh klien. Kamu wajib mengirimkan tagihannya secara tepat waktu agar perputaran uang kas bisnis kamu tetap terjaga dengan baik.

Pastikan bila klien melakukan pembayaran sesuai dengan perjanjian kontrak yang telah ditentukan. Karenanya tidak ada salahnya jika kamu mengirimkan invoice kepada mereka. Lalu ketika sudah melebihi batas waktu, kamu juga tidak perlu merasa sungkan untuk menagih, sebab ada banyak hal yang dipertaruhkan apabila klien tidak membayar.

  • Tundalah sementara untuk investasi

Melakukan investasi memang bisa menjadi penyokong keuangan yang baik, bahkan beberapa pengusaha juga menganggap bila investasi sama dengan dana darurat. Dimana ketika usaha yang dijalankan sedang tidak baik-baiknya saja, maka bisa digunakan sebagai bantuan modal.

Tetapi kamu harus tahu, untuk melakukan investasi ada banyak hal yang harus di pertimbangkan. Salah satunya adalah uang yang akan dijadikan sebagai modal investasi. Kamu harus memastikan jika kas usaha dalam keadaan baik dan stabil.

Karena apabila kondisi keuangan belum stabil, ada baiknya menunda lebih dulu urusan investasi ini. Kamu harus berfokus pada pengembangan usaha terlebih dahulu, sehingga nantinya dapat melakukan investasi.

  • Tingkatkanlah penjualan

Walaupun kamu sekarang ini tidak sedang berinvestasi atau menunda sementara waktu untuk melakukan investasi. Hal seperti ini bukannya tidak dapat memberikan peningkatan pada penjualan kamu.

Kamu tetap bisa melakukannya dengan menerapkan beberapa cara supaya produk atau jasa milikmu bisa meningkat, misalnya dengan membuat strategi bundling atau disebut juga sebagai paket, kemudian menawarkan promo dan juga diskon bagi konsumen yang melakukan pembayaran secara tunai.

  • Buatlah laporan cash flow secara berkala

Hal terakhir yang harus kamu lakukan adalah membuat laporan untuk arus kas, lakukanlah kegiatan tersebut secara berkala dan rutin. Dimana laporan seperti ini haruslah berisi seluruh arus finansial secara transparan supaya kamu mengetahui dengan pasti tentang pengeluaran dan penerimaan kan dari sebuah perusahaan pada periode tertentu.

Demikianlah tadi cara mudah untuk mengatur cash flow pada usaha yang baru dirintis. Ingat untuk selalu membuat laporan secara rutin, agar kamu mengetahui bagaimana perkembangan dari usaha yang saat ini sedang dijalankan.