synergy2000.net – Seperti yang diketahui, hampir seluruh masyarakat Indonesia telah menggunakan lembaga perbankan sebagai pendukung kegiatan perekonomiannya. Tentu saja perputaran uang masyarakat sangat erat kaitannya dengan lembaga ini. Lembaga perbankan di Indonesia memiliki banyak fungsi yang berkaitan dengan segala macam transaksi keuangan, baik itu penyimpanan dan penarikan uang, serta memberikan pelaku usaha produk pinjaman dengan syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan. 

Tentunya berbagai macam fungsi yang dimiliki oleh lembaga ini sangat dibutuhkan dan penting bagi masyarakat itu sendiri. Apalagi teknologi zaman sekarang semakin bertambah maju dan memberikan dampak besar terhadap kegiatan transaksi keuangan. Ya, setelah ditemukannya jaringan internet, segala macam bentuk transaksi kini dapat dilakukan melalui media online atau virtual. Beberapa tahun belakangan lembaga bank yang beroperasi di Indonesia telah menyediakan fasilitas tersebut, sehingga memudahkan segala aktivitas transaksi yang dilakukan nasabah-nasabahnya.

Namun sayang, tidak semua masyarakat bisa menggunakan teknologi tersebut. Ada juga yang masih bingung memilih lembaga bank apa yang cocok untuk digunakan. Di Indonesia, terdapat dua jenis bank yang bisa dipilih, yaitu bank konvensional yang bersifat umum dan bank syariah yang mempunyai karakteristik dan prinsip masing-masing. 

Antara bank syariah dengan bank konvensional memang memiliki perbedaan karakteristik dan prinsip satu sama lain. Biasanya perbedaan tersebut dapat terlihat pada dasar sistem operasional, hukum, metode transaksi, cara mengelola dana, hingga pembagian keuntungan antara pihak bank dengan nasabah itu sendiri. 

Untuk dapat lebih mengenal perbedaan bank konvensional dan bank syariah di Indonesia, berikut sudah kami rangkum informasi yang dapat dipahami secara seksama. 

Perbedaan Bank Konvensional dan Bank Syariah di Indonesia 

Bank syariah dengan bank konvensional jika dibandingkan secara pelayanan mempunyai kesamaan dalam hal transaksi. Jadi bukan hanya diperuntukkan kepada umat muslim saja, sekarang setiap individu dapat menggunakan layanan perbankan yang memiliki sifat inklusif dan universal. Walau terdapat kesamaan transaksi, masih ada beberapa hal yang menjadi perbedaan kedua bank tersebut. Dan berikut beberapa perbedaan mendasar yang bisa Anda jadikan pertimbangan pada saat mencari jenis lembaga perbankan mana yang cocok digunakan. 

1. Sistem Operasional

Sistem operasional dapat jadi pembeda pertama antara bank konvensional dengan bank syariah di Indonesia. Sesuai dengan namanya, segala hal yang berkaitan dengan kegiatan operasional bank syariah akan dilakukan atas dasar hukum syariah. Hukum atau prinsip syariah sendiri didasarkan oleh fatwa DSN-MUI (Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia) selaku lembaga yang berwenang sesuai dengan prinsip hukum Islam. Artinya setiap kegiatan operasional yang dilakukan oleh lembaga keuangan dan perbankan syariah di Indonesia wajib mematuhi setiap fatwa yang telah dikeluarkan.

perbedaan bank konvensional dan bank syariah

Namun berbeda dengan lembaga perbankan konvensional yang tidak menjadikan prinsip syariah sebagai dasar menjalankan kegiatan operasional. Sistem operasional yang dimiliki oleh bank konvensional bersifat bebas, dalam hal ini setiap kegiatan yang dilakukan atas dasar aturan yang ditetapkan pihak bank yang bersangkutan (berdiri sendiri). Bank konvensional tidak menganut dasar hukum atau prinsip yang sama seperti bank syariah (prinsip yang dijalankan sesuai nilai-nilai agama). Meskipun demikian, bank konvensional tetap harus mematuhi peraturan perundang-undangan mengenai perekonomian yang berlaku di Indonesia ketika menjalankan perannya. 

Dalam menjalankan kegiatannya, setiap bank syariah tidak boleh melakukan kegiatan yang melanggar fatwa yang dikeluarkan DSN-MUI. Seperti mengeluarkan biaya untuk kegiatan bersifat maksiat (prostitusi, alkohol, perjudian dan sebagainya). Berbeda dengan bank konvensional yang bebas melakukan pembiayaan terhadap segala jenis kegiatan, asalkan tidak melanggar hukum dan mendatangkan keuntungan dari kegiatan tersebut. 

Baca Juga : Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah di Indonesia

2. Pembagian Keuntungan dan Bunga Bank

Sistem pembagian keuntungan atau bunga juga termasuk hal yang menjadi pembeda bank konvensional dengan bank syariah. Karena seperti yang kita ketahui bank syariah tidak menerapkan sistem berbasis bunga pada berbagai kegiatan seperti yang dilakukan oleh bank konvensional. Bank syariah hanya mengenal prinsip rugi dan untung saja, dimana kerugian dan keuntungan akan dibebankan secara kolektif atau bersama. 

Perbedaan juga terdapat dalam kegiatan pembiayaan, dalam hal ini bank syariah mendapat keuntungan dari kegiatan jual beli aset. Harga aset atau barang yang dijual bersifat tetap, artinya hingga akhir tidak akan mendapat penambahan atau pengurangan meskipun sistem pembayaran dilakukan dengan cara mencicil. Hal ini berbeda dengan sistem bank konvensional, dimana sistem yang dijalankan berupa kredit yang berdasarkan tingkat suku bunga. Harga jual barang bisa mengalami kenaikan setiap kali nasabah mencicil atau membayar barang tersebut. 

3. Denda Keterlambatan Pembayaran

Para nasabah bank syariah akan dibebaskan dari beban denda keterlambatan pembayaran. Hanya saja para nasabah yang dengan sengaja terlambat membayar pinjaman atau tidak memiliki itikad baik untuk melunasinya akan dikenakan sanksi. Sanksi yang diberikan sesuai dengan kesepakatan antara pihak bank dan nasabah tersebut dan bisa dalam bentuk uang. Sedangkan untuk denda keterlambatan pembayaran yang diberlakukan bank konvensional pada nasabah berupa bunga atau uang tambahan yang bisa semakin bertambah jika tidak segera dikembalikan. 

Nah, itulah beberapa perbedaan yang paling terlihat dari bank konvensional dan bank syariah Indonesia. Semoga informasi ini bermanfaat bagi yang membutuhkan. Sekian.

Tagged : # # # #

admin