synergy2000.net – Suku bunga acuan BI atau disebut juga dengan BI rate merupakan kebijakan nilai suku bunga yang akan diterapkan pada masyarakat Indonesia, sehubungan dengan kebijakan moneter yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. Setiap bulannya, suku bunga BI bisa berubah-ubah dan untuk sekarang berada di 3,50% (BI 7DRR).

Istilah suku bunga acuan BI tentu tidak asing jika Anda sering membaca artikel atau informasi tentang keuangan. Apakah kebijakan moneter Bank Sentral ini dapat mempengaruhi finansial masyarakat? Ya, tentu saja. Seperti berikut ini, beberapa pengaruh suku bunga acuan BI terhadap finansial masyarakat yang terlihat paling jelas. 

Bayaran KPR (Kredit Pemilikan Rumah) 

Besar BI-7DDR dapat mempengaruhi bunga cicilan rumah yang Anda ambil dari bank saat ini. Bila terjadi penurunan terhadap suku bunga acuan BI, maka secara perlahan suku bunga kredit rumah juga akan diturunkan oleh lembaga perbankan. Sedangkan jika yang terjadi adalah sebaliknya, nilai suku bunga pinjaman KPR dapat bertambah besar seiring dengan kenaikan suku bunga acuan tersebut. 

Namun perlu diketahui bahwa saat bank sentral menurunkan suku bunga, kredit rumah KPR tidak secara otomatis diturunkan oleh pihak perbankan. Biasanya untuk memproses bunga kredit rumah nasabah, dibutuhkan waktu selama enam bulan setelah kebijakan moneter tersebut diturunkan bank sentral. 

Akan tetapi, suku bunga acuan BI tidak dapat mempengaruhi nilai bunga kredit masyarakat yang menggunakan layanan bank syariah saat mengambil skema KPR. Hal ini dapat terjadi karena sejak awal antara pihak nasabah dengan pihak bank syariah sudah menyepakati besar bunga kredit selama pembiayaan berlangsung akan bersifat tetap, sesuai dengan hukum syariah yang menjadi pedomannya.

Maka dari itu, dibandingkan bank konvensional, pembiayaan KPR melalui bank syariah memiliki bunga kredit lebih tinggi. Dan mengapa bisa demikian? Kebijakan tersebut ada dan diberlakukan terhadap bank syariah di Indonesia dengan tujuan menjaga fluktuasi suku bunga acuan BI. Jadi, Anda yang berperan sebagai nasabah dapat mengunci suku bunga produk KPR yang dimiliki beberapa perbankan melalui skema konvensional tersebut. Seperti, selama pembiayaan kredit pemilikan rumah sepakat dengan suku bunga 2% paling maksimal di atas BI rate.

Personal Loans (Pinjaman Pribadi)

Suku pinjaman pribadi sama seperti suku bunga kredit KPR, dapat naik dan turun sesuai dengan BI rate yang ditetapkan bank sentral. Namun jika bulan ini BI rate naik, tabungan Anda akan cukup terkuras untuk membayar bunga kredit yang lebih mahal dari bulan sebelumnya. 

suku bunga acuan bank indonesia

Memang ada plus minus ketika Anda mengambil pinjaman pribadi di bank konvensional yang mengikuti kebijakan moneter bank sentral. Maka dari itu, pastikan pinjaman pribadi hanya dikeluarkan untuk hal-hal bersifat produktif. 

Baca Juga : Cara Perusahaan Perbankan Mendapatkan Keuntungan

Tabungan dan Deposito

Suku bunga simpanan juga mengikuti suku bunga kredit, baik itu deposito maupun tabungan terbiasa juga akan terpengaruh oleh BI rate. Suku bunga simpanan akan turun apabila suku bunga acuan bulan ini turun. Tentu imbalan yang diperoleh nasabah dari deposito maupun tabungan biasa akan lebih besar, begitu pula yang terjadi sebaliknya. Oleh karena itu dikatakan bahwa suku bunga acuan memang sangat mempengaruhi finansial masyarakat. 

Nilai Tukar Rupiah Terhadap Mata Uang Asing

Selain tabungan, pinjaman pribadi dan kredit pemilikan rumah, BI rate juga dapat mempengaruhi nilai tukar mata uang asing. Anda harus mengetahui hal ini jika berencana pergi ke luar negeri atau saat menggunakan mata uang asing sebagai pembayaran.

Apakah BI Rate juga Mempengaruhi Kondisi Perekonomian?

Setelah mengetahui beberapa pengaruh suku bunga acuan BI terhadap kondisi finansial masyarakat, ada sektor lain yang juga terkena dampak kebijakan moneter tersebut. Salah satunya adalah perekonomian, diantaranya adalah mengontrol laju inflasi dan menjaga ekonomi tetap stabil.

Hubungan antara inflasi dengan BI rate sangat erat. Apalagi penetapan BI rate bisa kecil atau rendah dipengaruhi oleh inflasi. Harga-harga barang yang terus mengalami kenaikan akibat tingginya jumlah permintaan dapat disebabkan oleh peredaran mata uang rupiah di Indonesia yang terlalu banyak. 

Salah satu cara pemerintah menyiasati harga barang-barang yang meningkat adalah dengan menetapkan BI rate. Maka dari itu dikatakan bahwa laju inflasi dalam negeri dapat dikontrol dengan penetapan BI rate. Bank Indonesia dapat menurunkan BI rate untuk menekan peredaran uang saat terjadi inflasi.

Selain itu, suku bunga acuan yang mempengaruhi bunga kredit perbankan juga dapat menjaga kestabilan ekonomi. Baik itu bunga kredit, tabungan dan deposito akan ikut naik saat BI rate naik, dan juga turun saat BI rate turun. Kebijakan ini dibuat supaya setiap lembaga perbankan memiliki suku bunga yang sama berdasarkan kondisi ekonomi sekarang. 

Sekarang Anda sudah mengerti apa itu suku bunga acuan BI. Semoga dapat menjadi tambahan ilmu bermanfaat bagi pembaca yang sedang mempelajari finansial. 

Tagged : # # # #

admin