Apa bedanya Reksadana Saham dan Saham, Mana yang Paling Menguntungkan?

Investasi dana belakangan  semakin populer terutama di kalangan milenial sebagai cara untuk tabungan  masa depan . ada dua macam  investasi yang dikenal yaitu saham dan reksadana pada umumnya orang menganggap bahwa saham dan reksadana adalah sama . tapi pada kenyataanya dua jenis investasi ini sangat berbeda

Sebelum menentukan jenis investasi yang kamu ambil,  perlu kamu ketahui perbedaan  antara investasi dan reksadana , Lalu apa yang menjadi perbedaan diantara keduanya yang mesti diketahui ? 

  1. Pengelolaan dana,

Dalam investasi saham  dana akan dikelola secara langsung oleh investor secara mandiri atau oleh dirinya sendiri, namun begitu. investor bisa untuk meminta saran dari pialang yang sudah berpengalaman saat bermain saham. Karena semua dikelola secara mandiri, maka investor harus menyisihkan waktunya untuk terus memantau pergerakan saham  tahu soal titik tekniknya  serta memahami soal analisa saham  dan hal hal lain agar keuntungan yang diperoleh lewat investasi saham yang dilakukan bisa tercapai maksimal

Sedangkan untuk reksadana atau reksa dana saham dana kamu akan dikelola oleh pihak manajer investasi, jadi saat kamu menyetor dana seorang manajer  investasi   akan mengatur dan menyarankan mana saja saham yang bakal dibeli , dijual atau ditahan  yang mereka ditentukan berdasarkan analisa pasar  yang telah mereka lakukan Sebagai seorang investor tugas kamu adalah cukup memantau kinerja dari manajer investasi ini dan memastikan  mereka bekerja agar memperoleh keuntungan yang maksimal untuk kamu 

  1.         Resiko 

Saat kamu menginvestasikan lewat saham  maka resiko investasi yang kamu tanggung sebagai seorang investor akan cenderung lebih besar , hal ini disebabkan karena segala pengelolaan saham dan segala keputusan yang diambil saat kamu bermain saham dilakukan oleh kamu sendiri sebagai seorang investor. Bahkan jika keputusan atau pengalihan saham yang kamu lakukan sebagai seorang investor tidak tepat atau salah dalam mengambil keputusan karena kurang memahami saat bermain saham maka akan beresiko mengalami kebangkrutan atau kerugian yang banyak. Sebaliknya jika dalam reksadana saham resiko yang muncul cenderung lebih rendah hal ini dikarenakan dana yang sudah kamu investasikan tidak kamu kelola sendiri melainkan lewat manajer investasi yang sudah pasti berpengalaman dalam bermain saham. Manajer investasi akan dengan teliti dan hati hati dalam memilihkan saham yang sekiranya bagus agar  resiko yang ditanggung oleh investor rendah untuk meminimalisir kerugian.

 

  1. Return Investasi

Return investasi adalah istilah sebagai pengembalian keuangan atau simplenya ialah uang yang dihasilkan atau uang yang hilang dari investasi selama beberapa periode waktu . Investasi saham secara umum dapat memberikan return investasi yang sangat besar namun ada biaya biaya yang mesti ditanggung investor yang  merupakan biaya online trading sebesar 0,1 % sampai 3 %. Sedangkan pada  reksadana  saham  secara umum diatur oleh perusahaan asset manajemen , maka akan dikenakan fee setiap kali kamu sebagai investor menarik dana dimana besarnya  nominal bergantung pada negosiasi antara kedua belah pihak.

  1. Investasi minimal yang disetor

Saat  kamu ingin melakukan investasi saham , maka sebagai investor kamu  perlu mempunyai rekening saham dulu ,yang bisa dilakukan di perusahaan sekuritas, untuk setoran pertama kali sebenarnya bisa bebas, berapapun bisa kamu setorkan ke  rekening dana nasabah di bank kustodian. Untuk membeli saham,calon investor  perlu memiliki dana minimal sebesar 1 satuan saham yang dijual dalam lot   yang berisi 100 lembar saham

Sedangkan untuk reksadana saham , calon investor bisa memulai investasi mulai 100 ribu rupiah,  bhakan ada  sekuritas ada yang menawarkan  investasi minimum sebesar 50 ribu rupiah. Tentu saja ini jumlah yang sangat terjangkau bagi kamu yang hendak memulai  mencoba bermain saham,

  1. Bentuk Investasi

Perbedaan lain antara reksadana dan  saham adalah pada bentuk investasinya dimana  reksadana  adalah sekumpulan  produk investasi dengan manajer investasi sebagai pengelola berbentuk obligasi, deposito, surat utang ataupun saham.

Sementara jika kamu berinvestasi dalam bentuk saham maka  kamu sebagai investor mempunyai kepemilikan dalam sebuah  perusahaan  dimana keuntungan yang kamu peroleh dalam investasi saham disebut sebagai dividen yang dibayarkan secara per kuartal atau pertahun. Kamu juga bisa memperoleh keuntungan dengan cara menjual kembali saham ke pasar, dimana kamu mendapatkan keuntungan ketika harga beli saham lebih rendah dari harga jual

  1. Waktu investasi

Jangka waktu investasi  pada  reksadana berbeda beda  tergantung dari produk reksa dana yang dibeli oleh  kamu sebagai investor.misalnya sebagai contoh  jika mengambil investasi reksadana saham maka manajer investasi akan memberi saran agar dana yang kamu punya  dikembangkan dalam investasi jangka panjang selama diatas 7 tahun yang  dinilai ideal, sedang jika kamu mengambil reksadana pasar uang maka kamu bisa berinvestasi jangka pendek kurang dari 2 tahun, sedangkan pada investasi saham pada umumnya diperuntukan bagi calon investor yang akan berinvestasi jangka panjang lebih dari 10 tahun. Sebagai investor kamu boleh menentukan strategi seperti apa yang kamu  kehendaki untuk menahannya  jangka panjang atau  memilih perdagangan  jangka pendek.